
TANGERANG SELATAN - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan (Dikbud Tangsel), Deden Deni menerima kunjungan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tangsel di Kantor Dikbud Tangsel, Kawasan Perkantoran Lengkong Wetan, Selasa (21/10). Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PGRI Tangsel, Hamdani, beserta jajaran pengurus.
Kunjungan ini menjadi ruang dialog produktif antara pemerintah dan organisasi profesi guru untuk membahas berbagai isu penting di dunia pendidikan, mulai dari pencegahan kekerasan di sekolah, peningkatan kompetensi guru, hingga penguatan infrastruktur pendidikan.
Dalam diskusi, salah satu fokus utama yang dibahas adalah upaya bersama untuk mencegah kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan sekolah.
Selain itu, dibahas pula perlunya edukasi kepada orang tua siswa, agar tidak mudah menuduh guru tanpa memahami konteks atau duduk perkara yang sebenarnya.
PGRI Tangsel juga menyampaikan aspirasi terkait peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Saat ini, masih terdapat sejumlah guru yang belum memiliki sertifikat pendidik, sehingga perlu didorong melalui program Pendidikan Profesi Guru atau PPG.
Kadis Deden juga mengungkapkan rencana pembangunan tujuh SMP baru di Tangsel. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya tampung siswa dan ketersediaan ruang kelas yang layak agar proses belajar mengajar lebih optimal.
Pembahasan juga menyinggung penguatan sektor PAUD, terutama terkait peningkatan kapasitas lembaga dan tenaga pendidiknya. Selain itu, Dikbud Tangsel dan PGRI juga menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG di tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Meski diakui program ini memiliki dampak positif, beberapa tantangan seperti kebiasaan anak-anak yang enggan memakan sayur masih menjadi perhatian.
Sekolah-sekolah di Tangsel juga didorong untuk mengembangkan Program MBG Mandiri, sebagaimana telah dilakukan oleh beberapa sekolah yang lebih dahulu menginisiasi program serupa.
Pertemuan antara Dikbud Tangsel dan PGRI ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi guru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.
Dengan kolaborasi yang baik, pencegahan kekerasan, peningkatan profesionalisme guru, hingga penguatan sarana pendidikan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan pendidikan bermutu di Kota Tangerang Selatan. (Fachri)