
TANGERANG SELATAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menunjukkan dukungannya terhadap geliat seni pertunjukan di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan pentas musik eksperimental bertajuk “Frekuensi di Tabir Jendela”, karya ini menjadi bukti bahwa kreativitas seniman Tangsel terus berkembang dinamis dan berani menembus batas-batas artistik konvensional.
Pentas tersebut diselenggarakan oleh Lab Teater Ciputat di City Gallery Tangerang Selatan, Sabtu (8/11), dan mendapat apresiasi langsung dari Dikbud Tangsel.
Pentas “Frekuensi di Tabir Jendela” bukan sekadar pertunjukan musik biasa. Ia adalah ruang eksperimentasi bunyi yang menghadirkan pengalaman reflektif bagi penonton — memadukan unsur teater, musik, dan ruang imajinasi.
Pertunjukan ini lahir dari dorongan untuk memanfaatkan bunyi sebagai ruang merenung dan mengalami, bukan hanya sebagai unsur estetika, tetapi juga sebagai medium untuk memahami hubungan antara manusia, lingkungan, dan waktu.
Dikbud Tangsel mengapresiasi upaya para seniman muda di Kota Tangsel yang terus berinovasi dan menciptakan ruang kreatif untuk berkarya.
Melalui kegiatan seperti ini, Dikbud berharap semakin banyak komunitas seni yang hadir untuk menghidupkan kembali tradisi teater dan musik, baik dalam bentuk klasik maupun modern.
Untuk diketahui, pementasan “Frekuensi di Tabir Jendela” berangkat dari karya dan gagasan Muhammad Ramdhani, seorang seniman yang dikenal dengan eksplorasi lintas disiplin antara teks, bunyi, dan ruang.
Sejak tahun 2004, Ramdhani telah aktif dalam dunia teater musik, menelusuri berbagai bentuk pertunjukan mulai dari teater rakyat hingga eksperimentasi suara modern.
Dalam karya ini, ia mencoba menghadirkan ruang artistik yang lahir dari lintasan antara kata, musik, dan pengalaman ruang, menciptakan nuansa yang imersif bagi penonton.