
TANGERANG SELATAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) uji petik koordinasi strategis perencanaan dan pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Balai Kota Tangerang Selatan, Kamis (13/11).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah, mulai dari Bappenas, Bappelitbangda, Dinas Ketahanan Pangan, hingga sejumlah Organisasi Perangkat Daerah atau OPD terkait.
Turut hadir pula pengelola dapur MBG, penerima manfaat program, serta para pemangku kepentingan atau stakeholders lainnya.
Dalam diskusi tersebut, masing-masing instansi dan pihak yang hadir menyampaikan masukan, evaluasi, serta perkembangan implementasi program MBG di Kota Tangsel.
Berbagai catatan dan rekomendasi yang muncul diharapkan dapat menjadi bahan bagi pemerintah pusat untuk melakukan penyesuaian kebijakan agar program berjalan lebih optimal dan sesuai dengan kondisi di daerah.
Selain itu, pengelola MBG diharapkan dapat melaksanakan kegiatan ini dengan lebih efektif dan tertib, sesuai dengan aturan yang berlaku dan berfokus pada peningkatan manfaat bagi peserta didik.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dikbud Tangsel, Didin Sihabudin turut memaparkan data terkait jumlah peserta didik yang telah mengikuti program MBG di wilayahnya.
Menurut Didin, pelaksanaan MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter siswa melalui pembiasaan positif saat makan.
Lebih lanjut, Didin menjelaskan bahwa melalui kegiatan makan bersama di sekolah, siswa juga belajar disiplin, bersyukur, bertoleransi, dan memahami kesetaraan. Hal ini sejalan dengan misi Dikbud Tangsel dalam mewujudkan pendidikan yang berkarakter, sehat, dan inklusif.
Sekadar informasi, Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu langkah nyata pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Melalui kerja sama lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan program ini tidak hanya menekan angka stunting, tetapi juga menumbuhkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya.